Siang ini saya cukup kaget baca berita sekias tentang seorang wanita di Jogjakarta yang menghina Jogja dalam akun social medianya, karena emosi saat gagal menyerobot antrian BBM di SPBU LPN. Lagi-lagi tentang tajamnya bagian tubuh manusia, selain gigi taring dan gigi sompel (agak runcing gituh), jempol pun sekarang bisa lebih tajam setajam silet *melotot ala host tjakep* – yang kalau salah menggunakannya, hajaplah kita.

Saya sebagai pemuda harapan bangsa yang pernah tinggal di kampung yang sama, mohon maaf pada warga Jogja tercinta yang merasa tersinggung dengan tingkah ito yang ini. Kalau di kampung, mungkin beliau ini segera lihat ban serep terbang di TKP.

Kita tetaplah manusia, yang tak luput dari salah dan khilaf.

Nasi kucing, bakwan jagung dan telur sambel di nasi remes, itu tumbuh di Jogja dan udah masuk ke dalam darah kami para pendatang. Bagi kami, Jogja selalu Istimewa !

Tulisan ini saya buat secepat mungkin, tanpa maksud untuk menyebar keburukan seseorang – tapi cuma mau test trafik blog. Nanti saya update trafiknya insyaallah.

Banyak gambar social media yang menampilkan status / tweet hinaan beliau. Tapi disini memang tak ada. Kamu, Googling sendiri aja yah poc nya, terserah deh no pict = hoax 😛

Semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk kita semua. Kalau salah, mohon diingatkan..dimaafkan.

With love, ah wis, lebay.

=========
UPDATE : Alhamdulillah visitor ke post ini gak terlalu banyak. Terbukti juga walaupun topiknya heboh, traffic dari mesin pencari nihil. Mungkin karena lebih banyak viral di social media 🙂